Recent Posts

Pages: 1 2 [3] 4 5 ... 9
21
mungkin kita termasuk siswa yang punya pengalaman "mengerikan" di mapel matematika ya pak  :D

betul pak, kita perlu belajar mengimplementasikan materi ajar yang kontekstual, agar peserta didik merasakan membutuhkan ilmu tersebut. model pembelajaran problem based learning juga saat ini sedang menjadi komoditi hangat para praktisi pendidikan(termasuk kita  :)) agar dapat memicu "curriousity"  atau rasa ingin tahu/rasa penasaran peserta didik.

nah, modelnya bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kondisi kelas..sedangkan untuk medianya harus yang adaptif. karena kita tidak bisa paksakan dan perlakukan anak dengan rekognisi masa lampau yang berbeda dengan treatment yang sama.

wallahu'alam bishawab... :)
22
tidak pak...

saya jelaskan dengan bahasa saya ya pak, karena memang tidak dibahas konsep transmedia dalam penelitian ini.

transmedia ini menyajikan materi pembelajaran dengan berbagai moda, platform, fitur yang dapat menjangkau pemahaman anak (karena variatif tadi) dimana di dalamnya ada unsur musik, games, film, web, dan lain-lain..termasuk media paper base atau LKS boleh juga dimasukkan. Tapi dalam penelitian ini yang digunakan moda:
1. hands on dengan anak berinteraksi dengan guru di kelas-kelas konvensional
2. digital saat anak menyimak film yang diputar melalui DVD yang dititipkan pada orangtuanya, ada games didalamnya termasuk musik juga.

transmedia ini harus memiliki alur, bukan film lepas. kombinasi antara alur dramanya dengan alur pembelajarannya selaras membuat anak tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya sedang belajar. filmnya bisa diakses di youtube pak, dulu pernah juga ditayangkan di stasiun televisi di indonesia (karena saya suka nonton film CG juga pak :) )
23
Sangat setuju bu Atin ;)
Alangkah indahnya jika pembelajaran matematika menggunakan metode tersebut. Adanya alur cerita atau narasi yang konstekstual membantu pebelajar untuk memahami setiap topik bahasan, ditambah dengan pengemasan bahasan matematika dalam sebuah game yang menarik. Hal ini akan meringankan beban berfikir pebelajar. Ya pada kenyataanya, jika dihadapkan dengan pembahasan yang rumit, pebelajar cenderung kurang termotivasi untuk mengerjakannya. Sudah sebaiknya, bagaimana pembelajaran matematika dikemas dan disajikan dengan mudah dan menarik. Sehingga tak perlu lagi menjadi sesuatu yang menakutkan.
 ;D
24
semoga kita bisa menjadi pendidik yang keren seperti ini ya bu,,, :-*

yang menarik memang ada sedikit perbedaan perlakuan pada orangtua dalam penelitian ini(karena penelitian ini ada 2 studi)

kalau yang pertama, mungkin karena masih usia preeschool, peran orangtua sebatas diminta untuk memutar episode video Curious George. yang menarik tidak boleh ada paksaan atau pemutaran film ini harus atas permintaan anak pada saat mereka biasanya mengizinkan anak-anak mereka menonton televisi(supaya tidak ada kontroversi). orangtua dibawakan DVD untuk diputar di rumah dan guru cukup mengingatkan saja melalui pesan singkat.

sementara yang kedua anak usia Sekolah Dasar kelas bawah ini keterlibatan orangtuanya sama-sama diminta memutarkan video/DVD, tapi mereka sudah "dipaksa"mengikuti jadwal tayang yang sudah disepakati dengan gurunya.
di akhir penelitian, yang studi 2 ini orangtua diundang dalam FGD. para orangtua menyampaikan antusiasme-nya jika anak mereka belajar dengan prosedur dan perangkat mengajar transmedia yang dilakukan dalam penelitian ini.

terima kasih kembali ibu cantik  :-*


25
betul sekali pak.
penelitian ini melibatkan 2 studi karena menayangkan 2 film yang berbeda untuk usia siswa yang berbeda pula.

studi pertama yakni currious george
Peran orangtua sebatas diminta untuk memutar episode video Curious George. yang menarik tidak boleh ada paksaan atau pemutaran film ini harus atas permintaan anak pada saat mereka biasanya mengizinkan anak-anak mereka menonton televisi(supaya tidak ada kontroversi). orangtua dibawakan DVD untuk diputar di rumah dan guru cukup mengingatkan saja melalui pesan singkat.

studi yang kedua yakni oddsquad
keterlibatan orangtuanya sama, tapi mereka sudah "dipaksa"mengikuti jadwal tayang yang sudah disepakati dengan gurunya.
di akhir penelitian, ada tambahan peran/keterlibatan orangtua yakni peneliti bersama guru, orangtua dan direktur(kepala sekolah sepertinya ya pak, kalau di Indonesia) melakukan FGD. para orangtua menyampaikan antusiasme-nya jika anak merek abelajar dengan prosedur dan model mengajar yang dilakukan dalam penelitian ini.

jadi memang orangtua disini bukan sebagai sumber data primer.
begitu pak yang saya pahami, mohon maaf jika ada kekeliruan.
terima kasih
26
Malam rekan-rekan...
Saya belum pernah melihat/bersentuhan langsung dengan teknologi eye tracker, tetapi dari penjelasan pak Wanda, nampaknya teknologi ini sangat menarik ya jika digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kemampuan sensornya yang dapat mengetahui dimana fokus mata kita sangat membantu desainer pembelajaran untuk mengkondisikan ruang belajar yang dapat memfokuskan perhatian pebelajar.
27
for u'r 1st question  ???

betul ma'am, para pendidik harus menemukan strategi yang tepat sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.
salah satunya dengan mengemas materi pembelajaran dalam bentuk transmedia dimana didalamnya ada unsur musik, games, hiburan dan yang terpentig adalah disajikan dalam bentuk story telling dimana ada alur cerita yang dapat diikuti siswa dan membuat siswa penasaran dengan kelanjutan ceritanya. seperti dalam film currious george ini.. . karena sejak pertama menonton film currious george saya terkagum-kagum dengan ide scripwriternya yang mengintegrasikan materi ajar dengan alur cerita yang menarik (dalam penelitian ini kita gunakan diksi "naratif"):o

for the 2nd question:
sebenarnya sudah saya sampaikan di video tersebut secara garis besar bahwa memang terjadi peningkatan secara signifikan.
disini akan saya tambahkan dengan kutipan statistika hasil analisis datanya ya ma'am  ;)

ini yang "currious george"
"pengetahuan matematika anak meningkat secara signifikan, yang diukur dengan item TEMA-3  (Mpra= 21,04; Mpasca= 23,75 , p< .01). Secara khusus, anak-anak menunjukkan perubahan yang signifikan dan positif pada keterampilan matematika terkait dengan perbandingan angka (Mpra= 5,98, Mpasca= 7,06, p< 0,05) dan konsep informal (Mpra= 0,86, Mpasca= 1,12 , p< .05)."
karena domain matematika pun cukup banyak, jadi penelitian ini fokus pada domain tertentu saja.


dan ini yang oddsquad
"Selama intervensi Odd Squad, pengetahuan matematika siswa secara keseluruhan dalam domain Bilangan dan Operasi dan Aljabar meningkat secara signifikan (Mpra= 42,80, Mpasca= 48,70, p<.001). Pada subkategori pengetahuan matematika, siswa menunjukkan perubahan signifikan dan positif pada pengetahuan mereka tentang berhitung/bilangan (Mpra= 10,92, Mpasca= 13,61, p< .001), pengenalan pola (Mpra= 9,49, Mpos= 10.12, p< .01), dan penjumlahan dan pengurangan sederhana
(Mpra= 18.72, Mpos= 20.95, p< .01).

tontonan kedua film ini rutin diputar di stasiun televisi di negara bagian tersebut ma'am, tapi karena ingin fokus pada domain matematika tertentu...peneliti meminta bantuan orangtua untuk memutarkan episode tertentu pada jam/hari tertentu, ada situsnya untuk memutar film-film tersebut. semoga menginspirasi yaa..hehe.


thats very kind of U...thanks sissy  :-*


28
minta saran dari bu Liya, selama saya menggunakan LMS saya merasa bahwa saya merasa terisolasi atau merasa "sendiri" dalam belajar melalui LMS. Padahal kita mengenal ada pembelajaran yang kolaboratif, pembelajaran dengan metode peer teaching, nah kalau saya boleh berpendapat mgkn LMS harus memunculkan sisi ini, sehingga siswa tidak merasa "sendiri", siswa bisa berkolabrorasi dengan teman sejawat. Koneksi yang dibangun dalam LMS bukan hanya siswa dengan LMS tapi juga siswa-LMS-guru-teman2. Itu pendapat saya bu Liya, makasih mohon saran  :)
29
General Discussion / Re: Topik 6 Toward a Definition of Learning Experience Design
« Last post by wandaramansyah on September 29, 2021, 03:34:31 am »
pak fajar memang top... detail banget...
betul yg pak fajar bilang, di sini masih sampai tahap evaluasi, belum sampai tahap revisi.. nah tahap revisi inilah yg nantinya keahlian pak fajar, nnti saya dibagi ilmu2 bgmn membuat desain interface yang ramah dan nyaman bagi siswa/mahasiswa ya pak.. hehehee... maturnuwun

30
General Discussion / Re: Topik 6 Toward a Definition of Learning Experience Design
« Last post by wandaramansyah on September 29, 2021, 03:31:06 am »
siap bu vita,,, saya setuju,, minta sangu bu 4 juta aja hehehehee....
pasti bu vita, alat ini unik bu, mampu mengobati rasa penasaran kita, mampu membongkar fakta dibalik fenomena... belum banyak penelitian yang pakai alat ini.. nanti kita patungan ya bu, buat teman2 sekelas hehehe... mantab
Pages: 1 2 [3] 4 5 ... 9