Recent Posts

Pages: 1 ... 4 5 [6] 7 8 9
51
Sangat bisa bu vita, ada banyak mata kuliah di perguruan tinggi yang sangat memerlukan elearning, dengan gamification tentu saja akan semakin bisa memotivasi mahasiswa. namun terkait pertanyaan ibu mengenai game-game yang memberikan bad impact ini mungkin lebih ke arah game based learning.

gamification berbeda dengan hal tsb. gamification terjadi sepenuhnya diluar konteks bermain game, namun lebih kepada memanfaatkan elemen2 game seperti (poin, leaderboard, penghargaan dll) terhadap aktifitas yang dilakukan mahasiswa pada kasus elearning.

contoh paling mudah ketika ibu berbelanja di marketplace, sering kali mendapatkan poin ataupun cashback. ini sebenarnya contooh simple dari gamification untuk memberikan motivasi lebih kepada user agar user merasa dihargai dan terpancing untuk terus belanja pada platform tersebut

apakah metode ini juga sesuai diimplementasikan untuk level higher education pak? kemudia bagaimana cara memfilter game game yang memberikan bad impact kepada siswa? thanks pak

52
Pak Idi, pada paper ini peneliti menjelaskan bahwa gamification itu berbeda dengan pembelajaran berbasis game (game-based learning). Pembelajaran berbasis game merupakan aktifitas pembelajaran dimana murid mencapai educational goals dengan cara bermain game. Didalam model pembelajaran ini, "learning by playing" dimana kata "playing" merupakan peran penting dalam proses pembelajaran. jadi bisa dikatakan game based learning itu adalah penggunaan games untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran.

Sedangkan gamification terjadi sepenuhnya diluar konteks bermain game namun cenderung membuat pembelajar lebih aktif. gamification lebih kepada penerapan elemen2 game pada kasus non game. mungkin analogi sederhana ketika pak idi belanja di marketplace (tokped, shopee dll) atau menggunakan gojek. Pak idi pasti sering mendapatkan poin atau cashback yang dapat digunakan belanja berikutnya. ini salah satu contoh penerapan elemen game pada kasus non game, harapannya sederhana, agar pak idi trus berpartisipasi , belanja trus di platform tsb. ini yang coba diterapkan pada kasus elearning

Gamification memang identif dengan bermain dan kecanduan di mata masyarakat umum.Namun memang ada makna yang sangat bagus di dalamnya yaitu memotivasi belajar siswa. Dalam rancangan elearning di beberapa media platform pembelajaran berbasis It seperti yang banyak di rilis oleh bimbingan belajar online, mereka sudah mengincar dan mengaplikasikan game di dalamnya. Siswa dipicu untuk bermanin game edukasi dalam menyelesaikan tugasnya. Hal ini sangat bagus dalam memotivasi semangat belajar. Namun di sisi lain menurut saya, memang game dampaknya ada ketagihan. Kekhawatiran saya adalah mereka sudah terlanjur senang dengan pembelajaran berbasis game dan suatu saat jika ada pembelajaran yang tidak aberbasis games maka mereka akan tidak termotivasi.
Pertanyaannya
1. Bagaimana mengantisipasi agar siswa tidak kecanduan game pembelajaran ketika mereka suatu saat dihadapkan dengan pembelajaran yang tidak berbasis games?
2. Pembelajaran berbasis games ternyata tidak hanya berlaku bagianak TK dan SD ternyata sampai dengan perguruan tinggi pun masih tertarik untuk mengikutinya.  Bagaiamanakah konsep dasar bagi pembuatan game untuk anak2 dan dewasa
Apakah pertanyaan saya tersebut terjawab dalamjurnal tersbeut? Jika memang tidak ada dalam jurnal akan menajdi PR bagi kita semuanya untuk merancang dan mempelajarinya
53
Topiknya menarik sekali bu khoir. Ijin bertanya bu,apakah di penelitian ini juga dibahas tentang learning strategies sesuai dengan gender?terima kasih
54
apakah metode ini juga sesuai diimplementasikan untuk level higher education pak? kemudia bagaimana cara memfilter game game yang memberikan bad impact kepada siswa? thanks pak

55
metode yang keren bu dan saya yakin dengan menerapkan metode tersebut, stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan pun akan berubah. namun keterlibatan orang tua sangat penting sekali. Ketika orang tua merasa fine dengan keterlibatan pembelajaran ini, maka semua akan run smoothly. tetapi jika orang tua merasa keberatan karena merasa bahwa ini adalah tugas seorang guru matematika di sekolah, maka metode ini perlu dipertimbangkan lagi untuk diimplementasikan. terima kasih
56
seandainya alat tersebut bisa terjangkau oleh seluruh tenaga pendidik di Indonesia, beban mereka akan sedikit berkurang untuk  mendeteksi tingkat perhatian  siswa kepada media pembelajaran. Tugas Pak wanda selanjutnya, hunting alat tersebut ya, kami tunggu good news from you pak, hehehe :)
57
Bu Aling ijin bertanya , apakah learning analytic ini bisa diimplementasikan ke semua bidang ilmu? terima kasih
58
Sangat setuju, portofolio memang bukti otentik hasil belajar siswa, Melalui portofolio itu tergambar kompetensi siswa apalagi jika portofolio itu dikembangkan sesuai dengan keinginan mahasiswa/ssiwa karena dapat mengembangkan kreativitasnya
59
Saya sangat tertarik dengan Tobi eye tracker yang mampu mendeteksi perhatian atau fokus siswa kepada media pembelajaran. Alat ini menurut saya sangat cocok untuk evaluasi dari sebuat konten pembelajaran berbasis web. Jika dari hasil eye tracker menunjukkan kebingungan siswa maka bisa diubah tampilannya dan navigasinya terus diuji lagi dan seterusnya sampai dengan tergambar bahwa siswa enjoy dengan media belajarnya.
Saya tidak bertanya hanya berpikir saja selama ini ketika kita menelitia media belajar  berbasis web atau mulditemdia  sumber datanya hanya berupa angket kepada siswa, angket guru, orang tua, hasil pekerjaan siswanya. Dengan alat tadi lebih otentik untuk pengembangan media pembelajaran multimedia. perlu kita telusuri adakah di Indoensia alata tersbeut dan perlu kita  coba. Setuju........???
60
Pembelajaran untuk anak usia dini saya sangat setuju melibatkan orang tua dalam belajarnya. mengingat amsa pandemi ini, terkadang guru memberikan tugas memang kepada ornag tua, petunjuk pengerjakaan tugas kepada orang tua sampai dengan mengipload hasil belajar juga melibatkan orang tua. Akhirnya?? Ornag tua merasa bahwa merekalah yanag bersekolah. Mereka berkesusashan dalam membimbing anaknya belajar di rumah.
Tetapi keterlibatannornag tua sangat dibutuhkan dalam pembelajarannya namun kesadaran orang tua masih perlu dipertimbangkana dan diagendakan dalam memahaminya.
1. Apakah dalam jurnal tersbeut terjadi komentar ornag tua (karena yang saya lihat ada kesan siswa dna guru).
2. Jika memang belum tercover dalam jurnal perli diteliti tentang hal tersebut.
Pages: 1 ... 4 5 [6] 7 8 9