Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Liya Atika ANggrasari

Pages: [1]
1
Terima kasih pak Idy atas respon yang diberikan. Saya sependapat dengan pernyataan pak Idy bahwa LMS dapat dirancang untuk  mempercepat pembelajaran atau acceleerasi. Melalui sistem seperti modul, siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatannya.
Karena pada prinsipnya LMS untuk pembelajaran mandiri, maka siswa yang menentukan sendiri program atau bahan pembelajaran yang akan mereka pelajari.
Pertanyaan pak Idy relevan dengan hasil penelitian yang disampaikan pada artikel ini bahwa Learnes mengharapkan beberapa fitur yang dapat mereka gunakan untuk memprediksi kemampuan belajar mereka salah satunya Achievement Prediction, yang sebelumnya juga menjadi pertanyaan Pak Fajar. Dan memang fitur ini sudah tersedia dalam LMS 3.0 yang digunakan dalam penelitian ini.  Namun terkait pemanfataannya seperti apa fitur Achievement Prediction ini tidak dijelaskan lebih dalam dalam artikel ini. Tapi kalo menurut saya, dalam fitur ini sistem akan memberikan report atau hasil terhadap aktivitas pembelajaran yang dilakukan siswa sehingga mereka bisa memprediksi kemampuan mereka terhadap materi yang sedang dipelajari. Jika mereka merasa lemah terhadap materi tersebut, mereka akan mendalami materi secara mandiri sebelum melanjutkan pada materi yang lebih sulit. Kurang lebih demikian pak Idy yang bisa saya sampaikan :)

2
Untuk Pak Fajar, dalam artikel ini memang menyampaikan bahwa fitur Achievement Prediction yang diharapkan oleh Learner sudah tersedia dalam LMS 3.0 ini. Namun untuk pengaplikasiannya seperti apa khusus untuk fitur ini tidak dijelaskan lebih lanjut. Tapi menurut analisa saya, fitur Achievement Prediction ini mungkin seperti report yang diberikan oleh sistem terhadap aktivitas pembelajaran yang dilakukan learners, sehingga learners bisa memperkirakan bahwa mereka membutuhkan pendalaman pada materi tertentu yang dirasa lemah bagi mereka dan bisa mengulangnya secara mandiri sebelum mereka melanjutkan pada materi yang lebih sulit. Mungkin itu penjelasan dari saya Pak Fajar, sebelumnya terima kasih atas respon yang diberikan :)


Untuk Pak Wanda, saya juga merasakan demikian pak
 ketika menggunakan LMS. Namun sebenarnya sesama Learners ini berada dalam satu ruang maya yang sama walaupun dalam waktu yang berbeda sehingga rasanya kita tidak bisa melihat teman kita satu sama lain. Berbeda kalo kita menggunakan video conference kita bisa saling bertatap maya. Untuk LMS ini penggunaannya memang untuk pembelajaran mandiri. Dan dalam menu di LMS sebenarnya sudah ada fitur untuk dapat melakukan kolaborasi seperti Forum Diskusi, kemudian (nama fiturnya apa saya kurang paham, mohon maaf  ;D) Penyelesaian Proyek Bersama, dll. Namun memang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena selama ini LMS lebih banyak pada aktifitas pengumpulan tugas sehingga koneksinya hanya terbatas siswa-LMS-guru. Nah masukan pak Wanda ini baik sekali bahwa semestinya koneksi yang dibangun di LMS ada interaksi Learner-LMS-Teacher-Leaners. Jadi mungkin tugas kita sebagai pendidik untuk mengkonsep bagaimana penyajian pembelajaran di LMS agar konektivitasnya tidak hanya Learners dan LMS itu sendiri. Terima kasih pak Wanda atas respon dan masukan yang diberikan :)

Pages: [1]